Minggu, 21 November 2021

Menjelang akhir bulan November 2021, lebih tepatnya Sabtu tanggal 20 November 2021, sejak pukul 07.00 WIB, Pondok Pesantren Syarifatul ‘Ulum Katerban yang diwakili oleh SMP Syariatul'ulum Katerban, Widodaren, Ngawi mengadakan acara seminar parenting. Seminar ini diikuti oleh wali santri dan para santri. Tak hanya itu, panitia juga menggandeng para kepala sekolah SD maupun MI sekitar untuk ikut serta dalam acara tersebut. Hal ini adalah bagian dari upaya pengenalan program-program yang ada di Pondok Pesantren Syarifatul 'Ulum, terutama pada unit SMP, MA, Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren.
Seperti yang diketahui bersama bahwa banyak permasalahan yang dihadapi oleh wali santri dalam mendidik atau mengasuh anak yang sebagian besar merupakan santri Generasi Z. Hal tersebut dikarenakan kesibukan orang tua ataupun kurangnya pengetahuan orang tua tentang bagaimana cara mengasuh anak dengan benar, terutama di era digital yang disertai derasnya informasi dan kecanggihan teknologi. Oleh karena itu, acara ini diharapkan mampu menambah pengetahuan dan wawasan terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi orang tua maupun santri.
Acara seminar parenting dengan mengusung tema “Tantangan dan Solusi Bagi Orang Tua dan Guru dalam Mendidik Santri atau Anak di Era Generasi Z” dengan narasumber Ibu Tatik Mukhoyyaroh, Dosen Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel Surabaya.
“Seminar ini diharapkan mampu memberikan pencerahan kepada para wali santri atau orang tua terkait ilmu tentang pola pengasuhan anak atau santri yang baik,” ujar Ning Lum'atul Khoirot, Lc. yang merupakan ketua panitia seminar.

Pada sesi pertama hingga dilanjutkan tanya jawab di akhir acara, ada salah satu wali murid yang bertanya tentang bagaimana cara mengatasi anak yang kecanduan bermain gadget. Pada era digital yang semakin canggih ini, tidak hanya orang dewasa yang dengan leluasa menggunakan gawai untuk pekerjaan, namun santri yang masih kecil maupun yang sudah beranjak dewasa semakin banyak yang mengalami kecanduan. Banyaknya ragam media sosial membuat anak lebih leluasa mendapatkan informasi dari berbagai sumber, baik informasi yang benar maupun yang salah (hoax). Maka dari itu, penggunaan gawai memiliki sisi positif dan negatifnya. Selain informasi yang didapat, terasa sudah lazim bagi anak zaman sekarang lebih fokus bermain game di ponsel pintarnya daripada fokus untuk belajar materi pelajaran sekolah.
Dari pertanyaan tersebut, dengan lugas Ibu Tatik menjawab bahwa kuncinya adalah perlu dibuat kesepakatan antara orang tua dengan anak dan perlu mencoba untuk dibuatkan kegiatan yang positif, misalnya santri disuruh untuk menulis kegiatan yang dilakukan di pondok serta sekolah atau juga bisa dengan mengajak anak beraktivitas di luar rumah. Sesibuk-sibuknya orang tua, mereka wajib meluangkan waktu untuk anak dengan wajah yang bahagia dan tersenyum agar anak merasa betah dan selalu rindu kembali ke rumah karena merasa orang tua peduli dan paham kebutuhan mereka.
Antusiasme orang tua wali santri terlihat dari banyaknya pertanyaan dalam sesi tanya jawab seminar ini. Tak terasa waktu acara seminar telah selesai. Seluruh susunan acara baik penampilan dari siswa-siswi SMP Syarifatul ‘Ulum dan rangkaian acara lainnya telah terlaksana. Kegiatan diakhiri dengan sambangan orang tua atau proses menjenguk santri oleh orang tua masing-masing.

Sesi kedua dari acara ini adalah sosialisasi “Stop Bullying dan Membangun Motivasi Para Santri dalam Menghadapai Era 4.0”. Antusiasme para santri pun tak kalah dibanding sesi pertama. Tepat pukul 15.30 WIB acara diakhiri dengan doa dan penutup yang disampaikan langsung oleh Romo Kyai Anis Al-Yatim sekaligus menyampaikan wejangan bahwa inti kesuksesan pendidikan adalah dengan doa dan hati yang tulus ikhlas melayani yang terus dipanjatkan kepada Allah SWT.
Wallahu'alam Bishawab.