Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Halo, Mastiners! Dalam sejarah kenabian yang penuh hikmah dan pelajaran, kisah Nabi Zakaria AS menempati tempat istimewa. Ia adalah sosok yang dikenal karena kesalehannya, ketekunan dalam beribadah, dan kesabarannya yang luar biasa dalam menanti karunia Allah SWT. Kisahnya bukan hanya menjadi bagian penting dalam ajaran Islam, tetapi juga tercatat dalam kitab-kitab suci agama Samawi lainnya seperti Taurat dan Injil.
Kali ini, kita akan mengupas secara mendalam tentang kehidupan Nabi Zakaria AS, mulai dari latar belakangnya, perjuangannya dalam menyebarkan ajaran tauhid, hingga kisah menakjubkan tentang kelahiran putranya, Nabi Yahya AS.
Langsung saja kita mulai, yuk!
Siapa Nabi Zakaria AS?
Nabi Zakaria AS adalah salah satu nabi yang disebutkan dalam Al-Qur'an, dikenal sebagai hamba yang taat dan penuh kasih sayang. Ia berasal dari keturunan Nabi Sulaiman AS dan termasuk dalam Bani Israil. Dalam Al-Qur’an, namanya disebutkan dalam beberapa surat, seperti: Surah Maryam, Surah Al-Imran, dan Surah Al Anbiya.
Nabi Zakaria AS merupakan seorang imam yang mulia di Baitul Maqdis dan dikenal sebagai penjaga tempat ibadah yang setia. Ia menikah dengan seorang wanita dari keturunan Nabi Harun AS, dan dari pernikahan tersebut, Allah menganugerahkan seorang putra yang juga menjadi nabi, yaitu Nabi Yahya AS.
Latar Belakang Kehidupan Nabi Zakaria
Nabi Zakaria hidup di masa ketika Bani Israil mulai menjauh dari ajaran tauhid. Ia berdakwah dengan penuh kesabaran dan kelembutan, mengajak kaumnya kembali kepada jalan Allah. Meski usianya sudah lanjut, ia tetap menjalankan tugas kenabiannya dengan penuh semangat.
Peran di Baitul Maqdis
Nabi Zakaria AS adalah penjaga mihrab (tempat ibadah) di Baitul Maqdis. Ia juga menjadi wali bagi Maryam AS, ibu dari Nabi Isa AS. Dalam Surah Ali Imran ayat 37, disebutkan bagaimana Nabi Zakaria sering menemukan makanan di mihrab Maryam, yang membuatnya takjub dan semakin memperkuat keimanannya.
“Setiap Zakaria masuk menemui Maryam di mihrab, dia mendapati makanan di sisinya. Zakaria berkata, ‘Wahai Maryam, dari mana ini engkau peroleh?’ Maryam menjawab, ‘Itu dari Allah.’ Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa hisab.” — (QS. Ali Imran: 37)
Doa Nabi Zakaria Memohon Anak
Salah satu aspek paling menyentuh dari kisah Nabi Zakaria adalah doanya yang tulus kepada Allah agar dikaruniai seorang anak. Meskipun ia dan istrinya sudah sangat tua, ia tetap memohon dengan penuh harap dan keyakinan.
Isi Doa Nabi Zakaria
“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” — (QS. Ali Imran: 38)
Doa ini menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Nabi Zakaria tidak pernah putus asa, meskipun secara logika manusia, ia dan istrinya sudah tidak mungkin memiliki keturunan.
Kabar Gembira: Kelahiran Nabi Yahya AS

Allah SWT mengabulkan doa Nabi Zakaria dengan cara yang luar biasa. Malaikat datang membawa kabar gembira bahwa ia akan dikaruniai seorang anak laki-laki yang akan menjadi nabi, yaitu Nabi Yahya AS.
“Wahai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) seorang anak laki-laki bernama Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” — (QS. Maryam: 7)
Nabi Yahya AS dikenal sebagai anak yang suci sejak lahir, penuh kasih sayang, dan selalu taat kepada Allah SWT. Ia tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati, tidak sombong, dan sangat berbakti kepada orang tuanya. Di sisi lain, meskipun telah dikaruniai anak yang saleh, Nabi Zakaria AS tetap menghadapi berbagai ujian dalam hidupnya, terutama dalam berdakwah kepada kaumnya yang keras kepala dan enggan menerima kebenaran. Namun, dengan keteguhan iman dan kesabaran yang luar biasa, beliau tidak pernah menyerah dalam menyampaikan risalah Allah.
Pelajaran dari Ujian Nabi Zakaria
Pelajaran yang dapat diambil dari ujian yang dialami Nabi Zakaria AS adalah pentingnya kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Meskipun doanya belum langsung dikabulkan, beliau tetap teguh dalam beribadah dan terus memanjatkan doa dengan penuh keyakinan. Kisahnya mengajarkan bahwa dalam setiap kesulitan, kita harus tetap yakin bahwa pertolongan Allah pasti akan datang pada waktu yang tepat, selama kita tidak menyerah dan terus menjaga keimanan serta ketaatan kepada-Nya.
Wafatnya Nabi Zakaria AS
Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa Nabi Zakaria wafat dalam keadaan syahid. Ia dibunuh oleh kaumnya sendiri yang menolak ajaran tauhid. Meskipun demikian, kisah hidupnya tetap menjadi inspirasi bagi umat Islam hingga hari ini.
Hikmah dan Pelajaran dari Kisah Nabi Zakaria
Keutamaan Berdoa Nabi Zakaria mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang beriman. Bahkan dalam kondisi yang tampaknya mustahil, doa tetap bisa mengubah takdir dengan izin Allah.
Kesabaran dalam Menanti Kesabaran Nabi Zakaria dalam menanti anak menjadi teladan bagi siapa saja yang sedang menunggu jawaban dari Allah.
Pentingnya Tawakal Ia tidak hanya berdoa, tapi juga bertawakal sepenuhnya kepada Allah, meyakini bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Kisah Nabi Zakaria AS tidak hanya terdapat dalam Islam, tetapi juga dikenal dalam kitab-kitab samawi lainnya. Dalam tradisi Kristen, Zakaria dikenal sebagai ayah dari Yohanes Pembaptis (John the Baptist), yang memiliki banyak kesamaan dengan Nabi Yahya AS dalam Islam, dan kisahnya tercatat dalam Injil Lukas. Sementara itu, dalam tradisi Yahudi, meskipun namanya tidak disebut secara eksplisit dalam Taurat, beberapa ulama menyebut bahwa kisah Zakaria memiliki akar dalam sejarah Bani Israil dan tradisi keagamaan mereka.
Fakta Menarik Tentang Nabi Zakaria
Nabi Zakaria AS merupakan salah satu nabi dari Bani Israil yang dikenal karena kesalehan, kesabaran, serta keteguhannya dalam beribadah dan berdoa. Ia termasuk dalam silsilah kenabian yang mulia dan merupakan ayah dari Nabi Yahya AS. Salah satu mukjizat utamanya adalah dikaruniai seorang anak di usia tua, sebagai jawaban atas doanya yang mustajab. Doanya menjadi contoh keikhlasan dan keyakinan yang luar biasa kepada Allah SWT. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai wali atau pengasuh Maryam AS selama ia tinggal di mihrab.
Menurut beberapa riwayat, Nabi Zakaria AS wafat dalam keadaan syahid karena dibunuh oleh kaumnya yang menolak ajaran yang dibawanya. Dari kisah hidupnya, kita dapat mengambil pelajaran penting mengenai kesabaran dalam menghadapi ujian, kekuatan doa yang tulus, serta keyakinan penuh kepada kekuasaan dan pertolongan Allah. Kisah beliau menjadi pengingat bahwa keajaiban bisa datang kapan saja bagi mereka yang terus berserah diri dan tidak pernah lelah berdoa.

Kisah Nabi Zakaria AS adalah kisah tentang iman yang tak tergoyahkan, doa yang tulus, dan keajaiban yang datang dari Allah SWT. Ia adalah simbol dari kesabaran dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian hidup. Melalui kisahnya, kita diajak untuk selalu berserah diri kepada Allah, tidak pernah putus asa dalam berdoa, dan yakin bahwa pertolongan Allah akan datang pada waktu yang tepat.
Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari kisah Nabi Zakaria dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.
Penulis : Ustadz Moch. Yasin, S.Kom, M.Kom., M.B.A.
Info PPDB : 0838 4989 8150 (Bu Ani)
Source gambar: penelusuran google