Perkara yang Dianjurkan dalam Bulan Rajab

enter image description here Picture Source: muslimvillage.com

Oleh: Kiai Abdullah Afif

Ketahuilah, bahwasanya Rajab adalah bulan yang utama. Ibadah dalam bulan Rajab mempunyai nilai pahala yang agung khususnya berpuasa, beristighfar, bertaubat dari dosa-dosa. Pada awal bulan Rajab doa mustajab, maka disunnahkan berdoa.

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, "Ada lima malam doa di dalamnya tidak ditolak, yaitu: malam pertama bulan Rajab, malam Nishfu Sya'ban, malam Jumat, malam Iedul Fitri, dan malam Iedul Adha." Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Suyuthi dalam Kitab Al-Jami'uhshoghier dari Imam Ibn Asaakir dari sahabat Abu Umamah radhiyallaahu 'anhu.

Pada malam 27 bulan Rajab, Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam diisra`kan, sebagaimana riwayat yang masyhur dan sudah maklum.

Rajab adalah bulan yang menyendiri dari bulan-bulan yang haram. Allah Ta'ala berfirman (terjemahannya), "Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan dalam kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada 4 bulan yang haram, yaitu: Dzul Qa'dah Daul Hijjah Muharram dan Rajab. Bulan haram yang tiga berurutan yang satu menyendiri, yaitu Rajab."

Pada awal Islam perang diharamkan dalam bulan-bulan haram, kemudian dimansukh dengan firman Allah Ta'ala (terjemahannya), "Maka bunuhlah orang-orang musyrik itu dimana saja kamu jumpai mereka." Dan keharaman bulan-bulan tersebut tetap dalam hal berlipatnya pahala ketaatan dan besarnya dosa maksiat. Semoga Allah Ta'ala menjaga kita dari perbuatan dosa.

Bulan Rajab adalah bulan Allah dikenal dengan sebutan AL ASHABB, yakni bulan kucuran rahmat bagi hamba-hamba Allah yang bertaubat di dalamnya dan limpahan cahaya-cahaya qabulnya bagi seluruh alam.

Mereka juga menamakannya dengan Al-ASHAMM, yaitu bulan yang tuli karena tidak terdengarnya suara peperangan di dalamnya.

Bulan Rajab juga dikatakan bulan RAJM, karena dalam bulan tersebut dirajam musuh-musuh dan setan, sehingga mereka tak dapat mengganggu para aulia dan orang orang saleh.

enter image description here Picture Source: muslimtimes.com

Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, "Rajab adalah bulan Allah Sya'ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku." Hadits dikeluarkan oleh Imam Suyuthi dalam Kitab Al jam'iushshoghier.

Ulama berkata, "Rajab adalah bulan beristighfar (memohon ampun) Sya'ban adalah bulan bershalawat atas Nabi yang terpilih shallallaahu 'alaihi wa aalihii wa shahbih. Ramadhan adalah bulan Al Quran."

Maka bersungguh-sungguhlah kalian selama di dalam bulan Rajab karena bulan Rajab adalah musim berdagang dan ramaikanlah waktu-waktu kalian di dalam bulan Rajab, karena bulan Rajab adalah masa meramaikan. Barang siapa termasuk pedagang, maka inilah musim berdagang telah tiba, dan barang siapa sakit dengan dosa-dosa maka inilah obat telah dibawakan.

Wahab bin Munabbih radhiyallaahu 'anhu telah berkata, "Semua waktu siang di seluruh dunia berziarah ke ZAMZAM di dalam bulan Rajab karena mengagungkan bulan ini. Aku telah membaca di dalam kitab-kitab Allah yang telah diturunkan bahwasanya barang siapa beristighfar didalam bulan Rajab, pagi dan sore, mengangkat kedua tangannya, seraya berdoa:"

ALLAAHUMMAGHFIR LII WARHAMNII WA TUB'ALAYYA sebanyak 70 kali, maka apa neraka tidak akan menyentuh kulitnya.

Semua ini saya (penulis kitab Kanzunnajaah) ringkas dari kitab-kitab Tuhfatul Ikhwan Fii Qiraa`atil Mii'aad Fii Raajab wa Sya'ban wa Ramadhan karya al al Allamah Al Fasyani rahimahullaah. Lihatlah kitab tersebut karena kitab tersebut dalam bab ini indah sekali.

Jangan lupa membaca sayyidul istighfar yang diriwayatkan dari Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam, yaitu:

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Rabb-ku, Tiada Tuhan kecuali Engkau, Engkau telah menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu. Aku akan berusaha memenuhi janji-janjiku kepada-Mu sekuat tenagaku, aku berlindung kepada-Mu dari apa perbuatan jelekku, aku mengakui akan nikmat-Mu yang Engkau berikan kepadaku dan aku mengakui juga atas dosa yang pernah aku perbuat. Maka ampunilah diriku, sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau." Dibaca tiga kali pagi dan sore.

Dalam Fawa'idnya Syeikh Ali Al Ajhuri sebagaimana dalam biografi beliau dalam kitab *Khulashatil Atsar bahwasanya barang siapa pada akhir Jumat bulan Rajab membaca, *"AHMADU RASUULULLOOH, MUHAMMADUN RASUULULLOOH" sebanyak 35 kali dalam keadaan khatib masih berada diatas mimbar, maka dirham tidak terputus dari tangannya dalam tahun tersebut. [Kitab Kanzunnajaah Wassuruur, karya Syeikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Qudus, halaman 39 s/d 43]

Dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, "Barang siapa setiap hari dari sepuluh awal bulan Rajab membaca SUBHAANAL HAYYIL QOYUUM* sebanyak 100 kali, dan sepuluh kedua membaca SUBHAANAL AHADISHSHOMAD sebanyak 100 kali, dan sepuluh ketiga membaca *SUBHAANALLOOHIRRO`UUF  100 kali, maka orang yang mensifati tidak bisa mensifati pahala yang akan diberikan kepada orang tersebut.

Wallaahu A'lam.   Sumber: http://www.fb.com/groups/piss.ktb/972792866076855/ http://www.fb.com/notes/1190917724264367 Copyright: www.piss-ktb.com 2019

__ Dari Aplikasi: Tanya Jawab Islam Download: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.zam.pisslite

Related Posts